Skip navigation

Category Archives: prudential

ASURANSI JIWA BERASET DI ATAS RP 7.5 TRILIUN
1. PT. Prudential Life Assurance
2. PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
3. PT. AIA Financial (d/h. AIG Life)

ASURANSI JIWA BERASET 5 – 7.5 TRILIUN
1. PT. Asuransi Jiwa Sinarmas
2. PT. Asuransi Allianz Life Indonesia
3. PT. Panin Life Tbk.
4. PT. Asuransi AIA Indonesia

ASURANSI JIWA BERASET 1.5 – 5 TRILIUN
1. PT. Asuransi Jiwa Mega Life
2. PT. Axa Mandiri Financial Services
3. PT. Sun Life Financial Indonesia
4. PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)
5. PT. Commonwealth Life
6. PT. Asuransi Jiwa Sequis Life
7. PT. Asuransi Jiwa Central Asia Raya
8. PT. Indolife Pensiontama

ASURANSI JIWA BERASET 500 MILIAR – 1.5 TRILIUN
1. PT. BNI Life Insurance
2. PT. Asuransi CIGNA
3. PT. Equity Life Indonesia
4. PT. Axa Financial Indonesia
5. PT. AXA Life Indonesia

ASURANSI JIWA BERASET DI BAWAH 500 MILIAR
1. PT. Heksa Eka Life Insurance
2. PT. MAA Life Insurance
3. PT. Anugrah Life Insurance
4. PT. Asuransi Takaful Keluarga
5. PT. Asuransi Wintherthur Life Indonesia
6. PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha
7. PT. Multicor Life Insurance
8. PT. Asuransi Syari’ah Mubarakah
9. PT. Asuransi Jiwa Nusantara
10. PT. ACE Life Assurance
11. PT. Asuransi Jiwa Miralife
12. PT. Asuransi Jiwa Sequis Financial
13. PT. Pasaraya Life Insurance
14. PT. UOB Life – Sun Assurance
15. PT. Asuransi Jiwa General Indonesia

Sumber: Majalah Investor, Juli 2009

Sedari tahun 2001, meski merasa gak bakat jadi sales/marketing, berbagai product telah saya pasarkan. Dari frame, kitchen set, kopi dan product MLM lainnya hingga kursi pijat harga puluhan juta. Tapi asuransi jiwa adalah product terbaik yang pernah saya jual. Memang bukan yang paling mahal. Pun bukan yang paling mudah untuk dijual.

Kenapa saya berasumsi bahwa asuransi jiwa adalah product terbaik yang pernah saya pasarkan?

Sampai kini saya percaya bahwa peranan kita dalam kehidupan salah satunya diukur dari seberapa bermanfaat kita untuk orang lain. Apa value kita untuk keluarga, sahabat, tetangga bahkan orang yang gak dikenal sekalipun.

Asuransi jiwa [dalam hal ini telah digabung dengan investasi dan disebut unit link] mungkin hanya selembar kertas. Manfaatnya pun tidak langsung dirasakan seperti kita membeli barang elektronik. Tapi, product yang “hanya” selembar kertas ini pada saatnya bisa menjadi sebuah “mukjizat”. Ia datang saat diperlukan.

Kita lihat dari segi manfaat dasar yakni manfaat meninggal [death benefit]. Siapa sih yang bisa menghindar dari kematian? Dan “sialnya” kita gak pernah tau pasti kapan ia akan datang.

Sebuah perusahaan asuransi tidak menyediakan suami pada janda yang ditinggal meninggal suaminya, juga tak memberikan seorang ayah pada yatim yang ditinggal pergi sang ayah. Tapi asuransi menggantikan nafkah yang selalu mereka dapatkan saat sang almarhum masih ada. Jadi meski ia telah berpulang, tapi “gaya hidup” keluarga yang ditinggalkan tidak lantas otomatis “turun kelas”. Kepergian si pencari nafkah dapat tergantikan secara finansial oleh asuransi. Adakah product lain di luar sana yang memiliki manfaat seperti ini?

Sudah menjadi pameo umum bahwa kami agen asuransi “hanya” dibutuhkan saat nasabah mengalami masalah. Entah untuk keperluan penarikan dana, klaim sakit, kecelakaan atau bahkan meninggal. Itu tak menjadi masalah buat saya secara pribadi. Toh ada dan menjadi sahabat saat orang lain menderita merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Inilah pembeda profesi ini dengan pofesi yang lain, tentu saja tanpa bermaksud melecehkan apalagi mediskreditkan profesi lain. Toh kalau semua jadi agen asuransi repot juga kalau kita pengen cari ojek atau ingin makan bakso. Semua pensiun karena menjadi agen asuransi. Tapi mari kita buka mata, adakah profesi agen asuransi masuk list cita-cita kita saat kita masih kanak-kanak bahkan saat menginjak pendidikan jenjang atas? Saya pribadi gak pernah bercita-cita atau kepikiran menjadi agen asuransi. Saat saya sudah “malang-melintang” jadi sales sekalipun. Tapi justru pada akhirnya, saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan bisa menekuni profesi ini.

Mungkin terlalu berlebihan jika saya katakan bahwa seorang agen asuransi berpacu dengan musibah. Tinggal dulu-duluan siapa yang datang. Jika kami datang lebih cepat dari musibah, tentu kami bisa memberikan bantuan untuk meringankan beban. Tapi jika kami kalah cepat dengan musibah yang datang, kami tak bisa berbuat banyak.

Dulu pun saya berfikir, jika saya tidak mengambil product ini, agen yang menawarkan saya tidak akan berkurang komisinya. Tapi nasib saya? Apakah saya telah membuat kontrak dengan Tuhan agar tidak dipanggil cepat, sakit atau kecelakaan? Ternyata product ini sangat sangat diperlukan oleh siapa saja.

Menabung sedari dini sangatlah penting. Mengasuransikan diri juga hal yang sangat penting. Pun berinvestasi dalam kondisi sulit seperti sekarang ini juga gak kalah penting. Tapi kalau bisa mendapatkan ketiga hal tersebut dalam satu paket bukankah lebih memudahkan kita?

Unit link adalah product terbaik yang pernah saya jual. Dan menjadi agen asuransi jiwa adalah profesi terbaik yang pernah saya jalani. Terimakasih Tuhan….

Dari detikfinance

Selasa, 24/06/2008 14:33 WIB
43 Asuransi Dinobatkan yang Terbaik
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Sebanyak 43 perusahaan asuransi dinobatkan sebagai yang terbaik dengan predikat sangat bagus. Ke-43 perusahaan asuransi terbaik itu merupakan unggulan dari riset 126 perusahaan asuransi.

Pemeringkat perusahaan itu dilakukan oleh Infobank. Dalam rating ini dinilai 10 kriteria di antaranya yaitu RBC, rasio likuiditas, rasio cadangan teknis dengan aktiva lancar, rasio cadangan premi dengan retensi sendiri, perubahan pendapatan premi bruto, rasio premi retensi dendiri dengan modal sendiri, rasio investasi dengan cadangan teknis ditambah utang klaim, rasio beban klaim neto dengan premi neto, rasio beban pendapatan dengan pendapatan dan rasio laba dengan modal sendiri.

Demikian dikatakan oleh Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto dalam acara konferensi pers rating 126 asuransi versi InfoBank 2008, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (24/6/2008).

Perusahaan asuransi terbaik itu di antaranya adalah :

Asuransi Jiwa Predikat Bagus

Premi bruto Rp 1 triliun ke atas

1. PT Prudential Life Assurance
2. AXA Mandiri Financial Service
3. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
4. Asuransi Jiwa Sinarmas
5. AIG Life

Premi bruto Rp 200 miliar sampai Rp 1 Triliun

1. Asuransi Cigna
2. Commonwealth Life
3. Asuransi Jiwa Bakrie
4. Asuransi Takaful Keluarga
5. AXA Life Indonesia
6. AXA Financial Indonesia
7. Asuransi Central Asia Raya
8. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha
9. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya
10. Equity Life Indonesia

Premi bruto di bawah Rp 200 miliar

1. UOB Life Sun Assurance
2. Asuransi Jiwa Bumiartha Reksatama
3. Asuransi Jiwa Nusantara

Asuransi umum predikat sangat bagus

Premi bruto di atas Rp 200 miliar

1. Asuransi Tugu Kresna Pratama
2. Asuransi Adira Dinamika
3. Asuransi Jasaraharja Putera
4. Asuransi MSIG Indonesia
5. Asuransi Jaya Proteksi
6. Asuransi Tokio Marine Indonesia
7. Asuransi Tri Pakarta
8. Asuransi Astra Buana
9. Asuransi Central Asia

Premi Bruto Rp 50 miliar sampai Rp 200 miliar

1. Asuransi Sompo Japan Insurance Indonesia
2. Citra International Underwriter
3. Panin Insurance
4. Asuransi Mitra Maparya
5. Asuransi Maipark Indonesia
6. Asuransi Permata Nipponkoa Indonesia
7. Asuransi Umum Mega
8. Asuransi Purnaartha Nugraha
9. Asuransi Samsung Tugu
10. Asuransi Bringin Sejahtera Arthamakmur

Premi bruto di bawah Rp 50 miliar

1. Asuransi Bhakti Bhayangkara
2. Asuransi Reliance Indonesia
3. Asuransi Dharma Bangsa
4. Arthagraha General Insurance
5. Asuransi Indo Trisaka
6. Asuransi Raya

Dari total 126 perusahaan asuransi yang disurvei terdapat 1 perusahaan asuransi jiwa yang berpredikat tidak bagus, dan ada 5 perusahaan yang tidak dilakukan rating. Sedangkan untuk asuransi umum terdapat 2 perusahaan yang berpredikat tidak bagus dan 9 perusahaan yang tidak mengeluarkan laporan keuangannya karena dalam proses likuidasi.

“Biasanya perusahaan asuransi yang tidak menyampaikan laporan keuangannya adalah mereka yang raport-nya merah atau sedang dalam proses likuidasi,” ujar Eko.

Ia menambahkan dari sisi portofolio perusahaan asuransi sekarang relatif lebih baik karena menempatkan dana-dananya lebih variatif bukan hanya di deposito.

“Investasi di deposito hanya 14,45% sedangkan obligasi dan saham mencapai 28,61%, surat berharga pemerintah 18,82%, reksa dana 20,24% dan penyertaan langsung 8,09%,” paparnya.

( hen / ir )

26/06/2008 23:09:22 WIB
Oleh Karidun Pardosi

JAKARTA, Investor Daily

Sebelas perusahaan asuransi nasional meraih kinerja terbaik dan predikat asuransi terbaik 2008 versi Majalah Investor. Satu perusahaan asuransi meraih golden award atas prestasi selama lima tahun berturut-turut menjadi terbaik di kelompoknya.

PT Asuransi Astra Buana terpilih terbaik untuk kategori asuransi umum beraset di atas Rp 1 triliun dan PT Asuransi Jaya Proteksi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 200 miliar hingga Rp 1 triliun. Sedangkan PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur teratas dalam kelompok aset di atas Rp 100-Rp 200 miliar dan PT Asuransi Tugu Kresna Pratama teratas untuk kategori aset di bawah Rp 100 miliar.

Sementara itu, untuk kelompok asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance menempati posisi teratas dari kategori aset di atas Rp 7,5 triliun. PT Asuransi Jiwa Sinarmas tertinggi untuk kategori aset di atas Rp 5–7,5 triliun. Kategori aset di atas Rp 1,5-5 triliun diraih oleh PT Asuransi Jiwa Mega Life. PT Asuransi Jiwa Bakrie tertinggi dari segi aset di atas Rp 500 miliar hingga Rp 1,5 triliun.

Pada kelompok terakhir, asuransi jiwa beraset di bawah Rp 500 miliar muncul juara kembar dengan skor sama, yakni PT Asuransi Jiwa Bumiartha Reksatama dan PT Asuransi Jiwa Recapital.

Kategori perusahaan reasuransi, PT Reasuransi Internasional Indonesia menempati tertinggi. Sedangkan penghargaan khusus diberikan kepada PT Asuransi Kesehatan sebagai asuransi sosial yang berhasil menjalankan program asuransi kesehatan bagi rakyat miskin. Satu penghargaan berupa golden award diserahkan kepada PT Asuransi Jiwa Bakrie atas prestasinya menjadi yang terbaik selama lima tahun berturut-turut.

Ke-11 perusahaan tersebut terpilih sebagai asuransi terbaik pada kelompoknya masing-masing setelah melewati proses seleksi awal dan pemeringkatan Majalah Investor. Penghargaan khusus juga diberikan dengan mempertimbangkan peranan kepada masyarakat dan program inovasi yang ditunjukkan oleh perusahaan asuransi sosial tahun 2007 dan hingga kuartal-I 2008. Guna mengukur peringkat perusahaan asuransi, sejumlah kriteria pemeringkatan digunakan.

Ketua Tim Juri Pemeringkatan Asuransi 2008 Herris Simandjuntak mengatakan, pemeringkatan ini dapat mendorong perusahaan agar lebih meningkatkan kinerja keuangan. Setidaknya, menurut mantan direktur utama PT Jiwasraya dan Asuransi Jasindo itu, pemeringkatan asuransi menjadi tolok ukur pencapaian kinerja.

“Hasil pemeringkatan akan memacu perusahaan berbuat lebih baik lagi ke depan. Meskipun memiliki keterbatasan dalam penilaian, hasil pemeringkatan dapat dijadikan rujukan bagi masyarakat dalam memilih perusahaan asuransi yang bagus,” tutur dia.

Kriteria Pemeringkatan

Direktur Globe Media Group Primus Dorimulu menjelaskan, pemeringkatan asuransi ini menggunakan data laporan keuangan 2004- 2007. Dari data tersebut kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian terhadap kinerja keuangan. “Mengingat karakternya yang berbeda, asuransi umum dipisahkan dengan asuransi jiwa, begitu juga dengan reasuransi,” kata dia dalam penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2008 versi Majalah Investor di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Rabu (25/6).

Menurut Primus, tim juri menggunakan 15 kriteria untuk pemeringkatan perusahaan asuransi umum selama tiga tahun (2004-2007), yaitu pertumbuhan aset rata-rata, pertumbuhan ekuitas rata-rata, pertumbuhan jumlah investasi rata-rata, dan pertumbuhan premi neto rata-rata. Selain itu, pertumbuhan premi penutupan langsung rata-rata pertumbuhan hasil investasi rata-rata, dan pertumbuhan laba bersih rata-rata serta pertumbuhan hasil underwriting rata-rata masuk kriteria.

Kriteria lainnya meliputi return on asset (ROA) tahun 2007, return on equity (ROE), risk based capital (RBC), total asset turn over (TATO), pangsa pasar, rasio underwriting terhadap premi neto, dan rasio cadangan premi.

Pemeringkatan perusahaan asuransi jiwa menggunakan 14 kriteria. Sejumlah kriteria yang digunakan hampir sama dengan kriteria asuransi umum, kecuali tiga kriteria, yaitu pertumbuhan pandapatan, rasio biaya akuisisi terhadap premi neto, dan rasio hasil investasi neto terhadap rata-rata investasi. Sedangkan reasuransi digunakan kriteria sama dengan asuransi umum.

Tim juri pemeringkatan asuransi 2008 tidak mengikutsertakan perusahaan asuransi sosial dalam pemeringkatan. Pertimbangannya adalah perusahaan asuransi sosial yang satu dengan yang lain tidak apple to apple. Pangsa pasar asuransi sosial juga berbeda-beda dan masing-masing memonopoli dalam bidang, sehingga tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain.

Tim juri sepakat memberikan penghargaan khusus kepada asuransi sosial berdasarkan prestasinya untuk membantu masyarakat dalam bentuk perlindungan asuransi.

Kriteria total asset turn over (TATO) juga dimasukkan dalam penilaian, karena dianggap penting dalam menghitung turn over perusahaan yang dikaitkan dengan aset. TATO dihitung dari premi penutupan langsung dibagi aset total. Bila TATO sama dengan satu, berarti setiap satu satuan aset mampu menghasilkan satu satuan premi. Idealnya, TATO perusahaan bernilai lebih dari satu. Kriteria pangsa pasar digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan asuransi dalam memperebutkan pangsa pasar. Semakin besar pangsa pasar, berarti semakin piawai satu perusahaan menghadapi persaingan bisnis.

Namun, tidak semua perusahaan asuransi diperingkat. Ada sejumlah seleksi awal yang harus dilewati sebelum masuk dalam proses pemeringkatan. Seleksi itu meliputi beberapa hal. Yaitu, perusahaan mempublikasikan laporan keuangan auditan 2007, laporan keuangan 2007 tidak mendapat opini disclaimer, RBC minimal 120%, masih beroperasi hingga pemeringkatan dibuat, dan tidak dalam status pembatasan kegiatan usaha (PKU).

Berdasarkan seleksi awal, 21 perusahaan tidak lolos yang terdiri atas 12 asuransi jiwa dan sembilan asuransi umum. Asuransi syariah tidak diikutkansertakan dalam pemeringkatan. Dengan begitu, perusahaan asuransi yang dapat diperingkat 113. Pada kelompok asuransi umum terdapat 81 perusahaan, 32 kelompok asuransi jiwa, empat kelompok reasuransi.

Opini Disclaimer

Data Departemen Keuangan menunjukkan, jumlah perusahaan asuransi yang mendapat izin operasi per Juni 2008 146. Sedangkan data Litbang Majalah Investor pada akhir 2007 menyebutkan, satu asuransi yang memperoleh opini disclaimer, yakni PT Asuransi Llyod Indonesia .

Sebelas asuransi masih merugi dalam tiga tahun berturut-turut, antara lain, PT Asuransi Jiwa Masyarakat Mandiri, PT Pasaraya Life Insurance, PT Asuransi Chubb Indonesia, dan PT Asuransi Putra Mandiri. Sedangkan sembilan asuransi tidak memiliki data lengkap atau belum mempublikasi laporan keuangan 2007, antara lain PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, PT Asuransi Jiwasraya, PT Asuransi Starlite International, PT dan Transpacific General Insurance.

From: investorindonesia.com/index….57900

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata (ketiga dari kiri) foto bersama usai menyerahkan penghargaan kelompok asuransi jiwa terbaik kepada Presdir PT Prudential Life Assurance Kevin L Holmgren (kiri), Penasihat Pemasaran PT Asuransi Jiwa Sinar Mas Jaime Jose Marudo Javier (kedua dari kiri), Direktur PT Asuransi Jiwa Mega Life Cladia Inkiwirang (tengah), Dirut PT Asuransi Jiwa Bakrie Timoer Soetanto (ketiga dari kanan), Dirut PT Asuransi Recapital Liza Linda (kedua dari kanan), dan Perwakilan PT Asuransi Jiwa Bumiartha Reksatama (kanan) pada malam penghargaan Asuransi Terbaik 2008 versi majalah Investor di Hotel Ritz Carlton, Pacific Palace, Jakarta, Rabu (25/6). (Investor Daily/MUHAMMAD YASIN)

From: investorindonesia.com/index….57851

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.